![]() |
| Alibaba | @alizila |
Topik — Perusahaan raksasa teknologi asal China, Alibaba membocorkan visi artificial intelligence (AI) yang memungkinkan akses luas ke teknologi dan inovasi AI-nya dengan merilis model besar mutakhir dari keluarga Qwen sebagai open source atau sumber terbuka dan menyelenggarakan platform komunitas sumber terbuka terbesar di China, ModelScope.
“Alibaba mendukung open source karena misinya adalah untuk menyamakan kedudukan bagi orang-orang kecil (bisnis kecil, wirausahawan, siapa pun yang punya ide) dengan membantu mereka memanfaatkan inovasi dan teknologi untuk tumbuh dan bersaing secara lebih efektif dalam perekonomian,” tulis Alibaba dalam laporan resminya, dikutip Kamis (27/2/2025).
- Demokratisasi AI: Sumber terbuka mengurangi hambatan untuk masuk, memungkinkan perusahaan rintisan, usaha kecil, peneliti, dan pengembang wirausaha yang memiliki keterbatasan sumber daya untuk mengakses teknologi mutakhir dan membangun model mereka sendiri dengan lebih hemat biaya.
- Memajukan Penelitian Ilmiah: Sumber terbuka mempercepat terobosan ilmiah dengan memungkinkan peneliti untuk bereksperimen, memvalidasi temuan, dan memberikan kontribusi perbaikan.
- Transparansi dan Kepercayaan: Sumber terbuka memungkinkan peneliti dan pengembang untuk memeriksa kode dan data pelatihan, mengurangi sifat “kotak hitam” dari model tertutup.
- Inovasi dan Kolaborasi: Open source mendorong inovasi dengan memungkinkan komunitas pengembang global untuk meningkatkan dan mengembangkan model yang sudah ada. Open source juga mendorong ekosistem AI yang lebih kompetitif dan beragam.
Alibaba merupakan salah satu perusahaan teknologi global besar pertama yang membuka sumber model AI berskala besar yang dikembangkan sendiri. Perusahaan ini merilis Qwen model terbuka pertamanya (Qwen-7B) pada bulan Agustus 2023, dengan iterasi berikutnya yang mencakup model bahasa, multimoda, matematika, dan kode.
Ikuti Topik

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.