Blog

  • Canggih! Telegram rilis ringkasan AI dan jaringan Cocoon

    Canggih! Telegram rilis ringkasan AI dan jaringan Cocoon

    CEO Telegram, Pavel Durov | dok: @telegram

    Telegram mulai menghadirkan kemampuan ringkasan otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pengalaman membaca pengguna. Postingan panjang di saluran kini dapat diringkas hanya dengan satu ketukan, sementara artikel yang dibuka melalui fitur Tampilan Instan akan menampilkan ringkasan AI di bagian atas halaman.

    “Postingan panjang di saluran dapat langsung diringkas hanya dengan satu ketukan. Artikel dalam Tampilan Instan akan menampilkan ringkasan AI di bagian atas halaman,” tulis Telegram dalam pengumuman resminya, Senin (19/1/2026).

    Fitur ringkasan tersebut dijalankan menggunakan model AI sumber terbuka yang beroperasi di atas jaringan terdesentralisasi Cocoon. Telegram menyebut pendekatan ini dirancang untuk memaksimalkan privasi, karena seluruh proses komputasi berlangsung tanpa ketergantungan pada penyedia layanan terpusat.

    “Ringkasan menggunakan model AI sumber terbuka yang berjalan pada jaringan terdesentralisasi Cocoon.org untuk memaksimalkan privasi,” ungkap Telegram.

    Sebelumnya, CEO Telegram Pavel Durov telah mengumumkan peluncuran jaringan komputasi rahasia terdesentralisasi bernama Cocoon. Kini, jaringan tersebut resmi aktif dan mulai memproses permintaan AI dari pengguna Telegram dengan klaim kerahasiaan penuh dalam setiap tahap komputasi.

    Dalam pernyataannya, Durov juga mengungkapkan bahwa para pemilik Graphics Processing Unit (GPU) yang berpartisipasi di jaringan Cocoon sudah mulai menerima imbalan berupa The Open Network (TON). TON merupakan blockchain dan mata uang kripto yang dikembangkan komunitas open-source, yang awalnya digagas oleh Telegram.

    Cocoon diposisikan sebagai alternatif terhadap penyedia komputasi terpusat seperti Amazon dan Microsoft. Menurut Durov, model lama tersebut tidak hanya mahal secara biaya, tetapi juga berpotensi mengurangi privasi pengguna karena adanya perantara dalam proses komputasi AI.

    “Penyedia komputasi terpusat seperti Amazon dan Microsoft bertindak sebagai perantara mahal yang menaikkan harga dan mengurangi privasi. Cocoon memecahkan masalah ekonomi dan kerahasiaan yang terkait dengan penyedia komputasi AI lama,” jelas Durov.

    Peluncuran Cocoon ditandai dengan aktivasi situs resminya dan menjadi sinyal kesiapan Telegram membangun ekosistem komputasi mandiri. Dengan arsitektur terdesentralisasi, teknologi ini memungkinkan pemrosesan AI berlangsung tanpa pihak ketiga yang dapat mengakses data pengguna, sejalan dengan komitmen privasi Telegram sejak awal berdiri.

    Ke depan, Telegram berencana meningkatkan kapasitas jaringan Cocoon dengan menambah pasokan GPU dan mendorong partisipasi pengembang. Durov menegaskan, fitur-fitur AI baru akan segera hadir di Telegram dengan tetap mempertahankan standar kerahasiaan 100%, sebagai upaya mengembalikan kendali dan privasi sepenuhnya ke tangan pengguna.

    “Sekarang kami sedang mengembangkannya. Selama beberapa minggu ke depan, kami akan menambahkan lebih banyak pasokan GPU dan meningkatkan permintaan pengembang untuk Cocoon. Pengguna Telegram dapat mengharapkan fitur-fitur baru terkait AI yang dibangun di atas kerahasiaan 100%. Cocoon akan mengembalikan kendali dan privasi ke tempatnya semula — bersama pengguna,” tutup Durov.

  • Dituding langgar aturan, Google banding ke DOJ

    Dituding langgar aturan, Google banding ke DOJ

    Kantor Google Miami, 1450 Brickell Ave ste 900, Miami, FL 33131, Amerika Serikat | dok: @google
    Kantor Google Miami, 1450 Brickell Ave ste 900, Miami, FL 33131, Amerika Serikat | dok: @google

    Google resmi mengajukan banding atas putusan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Department of Justice (DOJ) yang menuding perusahaan tersebut melanggar aturan persaingan dalam distribusi layanan pencarian. Banding diajukan bersamaan dengan permintaan penangguhan sementara terhadap sejumlah upaya hukum yang diputuskan pengadilan, sembari proses banding berjalan.

    Dalam pernyataannya, Google menegaskan bahwa keputusan pengadilan pada Agustus 2024 tidak mencerminkan realitas penggunaan mesin pencari di pasar. Perusahaan menilai pengguna memilih Google secara sukarela karena kualitas layanannya, bukan akibat paksaan atau praktik eksklusif sebagaimana dituduhkan oleh DOJ.

    “Alasan kami mengajukan banding atas kasus distribusi Pencarian Departemen Kehakiman. Hari ini kami mengajukan pemberitahuan banding atas keputusan Pencarian DOJ, dan meminta Pengadilan untuk menangguhkan beberapa upaya hukum sementara banding tersebut sedang diproses,” tulis Google dalam laporan resminya, seperti dilansir topik.id, Sabtu (17/1/2026).

    Google juga menilai putusan tersebut mengabaikan dinamika industri teknologi yang bergerak cepat serta persaingan ketat dari perusahaan mapan hingga startup yang memiliki pendanaan besar. Menurut Google, pasar pencarian digital terus berubah dan tidak didominasi secara statis oleh satu pemain saja.

    Selain itu, Google menyoroti kesaksian sejumlah pengembang peramban besar seperti Apple dan Mozilla. Dalam persidangan, kedua pihak disebut menyatakan bahwa keputusan menampilkan Google sebagai mesin pencari utama didasarkan pada kualitas pengalaman pengguna terbaik, bukan karena tekanan kontraktual.

    Sambil menempuh jalur banding, Google meminta pengadilan menangguhkan penerapan solusi tertentu yang mewajibkan perusahaan berbagi data pencarian serta menyediakan layanan sindikasi kepada pesaing. Google menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap ekosistem teknologi.

    “Sembari mengajukan banding atas keputusan ini, kami meminta untuk menangguhkan implementasi solusi spesifik yang akan memaksa kami untuk berbagi data pencarian dan menyediakan layanan sindikasi kepada para pesaing,” ungkap Google.

    Menurut Google, kewajiban berbagi data pencarian dapat membahayakan privasi warga Amerika serta melemahkan insentif bagi pesaing untuk membangun produk secara mandiri. Alih-alih mendorong persaingan sehat, kebijakan itu dinilai justru dapat menghambat inovasi jangka panjang.

    Google menyatakan siap menyampaikan argumen hukumnya secara menyeluruh di pengadilan pada akhir tahun ini. Perusahaan berharap proses banding dapat memberikan penilaian yang lebih seimbang terhadap praktik bisnisnya sekaligus menjaga posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin inovasi teknologi global.

    “Mandat ini akan membahayakan privasi warga Amerika dan menghalangi para pesaing untuk membangun produk mereka sendiri — yang pada akhirnya akan menghambat inovasi yang membuat AS tetap berada di garis depan teknologi global. Kami berharap dapat menyampaikan argumen kami di pengadilan akhir tahun ini,” tutup Google dalam laporan tersebut.

  • Kanada ikut RI dan Malaysia, selidiki AI besutan Elon Musk

    Kanada ikut RI dan Malaysia, selidiki AI besutan Elon Musk

    Elon Musk | cover: topik.id

    Kanada menyusul langkah Republik Indonesia dan Malaysia dengan memperluas investigasi terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) besutan Elon Musk, khususnya chatbot Grok. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran global mengenai penyalahgunaan AI untuk menghasilkan konten bermasalah, termasuk gambar eksplisit tanpa persetujuan individu.

    Sebelumnya, pemerintah Indonesia resmi memblokir aplikasi Grok, sementara Malaysia juga telah membuka penyelidikan terkait penggunaan dan dampak teknologi tersebut. Kini, Kanada mengambil sikap lebih tegas dengan melibatkan otoritas perlindungan privasi nasional dalam proses penegakan hukum.

    Otoritas Komisioner Privasi Kanada melaporkan bahwa investigasi terhadap X Corp., perusahaan yang mengoperasikan platform media sosial X, diperluas setelah muncul laporan bahwa Grok digunakan untuk membuat gambar eksplisit individu tanpa persetujuan mereka. Praktik ini dinilai berpotensi melanggar hak privasi dan perlindungan data pribadi warga.

    “Investigasi ini akan meneliti apakah X Corp. dan x AI memenuhi kewajiban mereka berdasarkan undang-undang privasi sektor swasta federal Kanada, yaitu Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi dan Dokumen Elektronik (PIPEDA),” tulis Komisioner Privasi Kanada dalam laporan resminya, seperti dilansir topik.id, Jumat (16/1/2026).

    Selain X Corp., Otoritas Privasi Kanada juga meluncurkan investigasi terpisah terhadap xAI, perusahaan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab atas pengembangan Grok. Kedua perusahaan tersebut akan diperiksa perannya dalam pengumpulan, penggunaan, dan pengungkapan data pribadi.

    Investigasi ini akan meneliti apakah X Corp. dan xAI telah memenuhi kewajiban mereka berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi dan Dokumen Elektronik (PIPEDA), yang mengatur perlindungan data pribadi di sektor swasta federal Kanada.

    Otoritas Privasi sebelumnya mengumumkan peluncuran investigasi awal terhadap X Corp. pada 27 Februari 2025, setelah menerima pengaduan dari publik. Penyelidikan awal tersebut difokuskan pada kepatuhan perusahaan terhadap hukum privasi federal, khususnya terkait penggunaan data pribadi warga Kanada untuk melatih model AI.

    “Peluncuran investigasi awal terhadap X  Corp. pada 27 Februari 2025, setelah menerima pengaduan. Investigasi awal tersebut bertujuan untuk menilai kepatuhan X Corp. terhadap hukum privasi federal terkait pengumpulan, penggunaan, dan pengungkapan informasi pribadi warga Kanada untuk melatih model AI,” ungkap dalam laporan itu.

    Pada 14 Januari, menyusul meningkatnya kekhawatiran dan laporan media mengenai pembuatan serta penyebaran gambar eksplisit melalui Grok, Komisioner Privasi memutuskan memperluas cakupan penyelidikan. 

    Secara khusus, investigasi ini akan menilai apakah persetujuan sah telah diperoleh untuk pembuatan deepfake, termasuk konten eksplisit, serta apakah praktik pengelolaan data tersebut sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

    “Lebih spesifiknya, penyelidikan yang diperluas akan mempertimbangkan apakah X  Corp. dan x AI telah memperoleh persetujuan yang sah dari individu untuk pengumpulan, penggunaan, dan pengungkapan informasi pribadi mereka untuk membuat deepfake, termasuk konten eksplisit, melalui Grok dan apakah perusahaan-perusahaan tersebut telah mengumpulkan, menggunakan, dan mengungkapkan informasi ini sesuai dengan Undang-Undang,” terang dalam laporan tersebut.

  • Tiongkok klaim sebagai pasar ritel online terbesar di dunia

    Tiongkok klaim sebagai pasar ritel online terbesar di dunia

    Terminal kontainer di area Chuanshan, Pelabuhan Ningbo-Zhoushan, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur | dok: @chibascio
    Terminal kontainer di area Chuanshan, Pelabuhan Ningbo-Zhoushan, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur | dok: @chinascio

    Tiongkok mengklaim posisinya sebagai pasar ritel online terbesar di dunia. Selama 13 tahun berturut-turut, negara tersebut mempertahankan dominasinya di sektor e-commerce dengan nilai konsumsi digital yang terus meningkat skala global.

    The State Council Information Office of China (SCIO) atau Kantor Informasi Dewan Negara Tiongkok melaporkan bahwa total konsumsi ritel online China telah melampaui 23,8 triliun yuan, setara sekitar 3,39 triliun dolar AS. Capaian ini didasarkan pada data resmi yang dirilis pemerintah Tiongkok.

    Angka tersebut diumumkan dalam konferensi kerja e-commerce nasional yang berlangsung selama dua hari, dari Selasa hingga Rabu. Forum ini menjadi ajang evaluasi sekaligus perumusan arah kebijakan sektor e-commerce China ke depan.

    “China tetap menjadi pasar ritel online terbesar di dunia selama 13 tahun berturut-turut, dengan konsumsi digitalnya melebihi 23,8 triliun yuan sekitar 3,39 triliun dolar AS,” tulis SCIO dalam laporan resminya, seperti dilansir topik.id, Kamis (15/1/2026).

    Dalam konferensi tersebut disampaikan bahwa sektor e-commerce Tiongkok mencatat kemajuan yang solid dalam pengembangan berkualitas tinggi selama lima tahun terakhir. E-commerce kini muncul sebagai sumber momentum baru dalam mendorong kekuatan produktif berkualitas baru.

    Keterbukaan global.

    Kawasan Industri Suzhou di Suzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok Timur | @gov.cn

    Perkembangan ini juga dinilai berperan penting dalam memajukan paradigma pembangunan baru China, seiring upaya negara tersebut menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi domestik dengan keterbukaan global.

    “Sektor e-commerce Tiongkok telah mencapai kemajuan yang solid dalam pengembangan berkualitas tinggi selama lima tahun terakhir, muncul sebagai sumber momentum baru untuk mendorong kekuatan produktif berkualitas baru dan memainkan peran penting dalam memajukan paradigma pembangunan baru negara,” ungkap SCIO.

    Di tengah meningkatnya ketidakpastian eksternal, China tetap memperluas kerja sama internasional yang saling menguntungkan. Jumlah negara mitra dalam kerja sama e-commerce Jalur Sutra kini telah meningkat menjadi 36 negara.

    E-commerce juga menjadi mesin utama penciptaan lapangan kerja dan peningkatan industri. Jumlah tenaga kerja di sektor ini telah melampaui 78 juta orang, sementara volume pengiriman ekspres mencatat pertumbuhan tahunan rata-rata hampir 20 persen dalam lima tahun terakhir.

    “E-commerce telah menjadi mesin utama penciptaan lapangan kerja dan peningkatan industri. Jumlah tenaga kerja di sektor ini telah melampaui 78 juta, dan volume pengiriman ekspres telah mengalami pertumbuhan tahunan rata-rata hampir 20 persen selama lima tahun terakhir,” terang SCIO kembali.

    Selain itu, perangkat lunak serta layanan informasi yang berkaitan dengan komputasi awan dan big data berkembang pesat. Konferensi tersebut juga menguraikan prioritas kebijakan e-commerce Kementerian Perdagangan untuk 2026, termasuk penguatan inovasi, perbaikan lingkungan pengembangan domestik, dan perluasan kerja sama internasional.

    “Memperkuat pertumbuhan yang didorong oleh inovasi, meningkatkan lingkungan pembangunan negara, dan memperluas kerja sama internasional.” tutup SCIO dalam laporan itu.

  • Apple Creator Studio, satukan aplikasi kreatif profesional

    Apple Creator Studio, satukan aplikasi kreatif profesional

    Apple Creator Studio, satukan aplikasi kreatif profesional
    cover | dok: @apple

    Apple resmi memperkenalkan Apple Creator Studio sebagai paket langganan terpadu yang ditujukan bagi kreator lintas disiplin. Layanan ini menggabungkan aplikasi profesional untuk video, desain, musik, dan produktivitas dalam satu ekosistem terintegrasi. Apple menegaskan Creator Studio dirancang untuk mendukung proses kreatif dari ide hingga karya akhir.

    Apple Creator Studio mencakup Final Cut Pro, Pixelmator Pro, dan Logic Pro sebagai tulang punggung produksi kreatif. Selain itu, Apple juga menyertakan aplikasi produktivitas seperti Keynote, Pages, Numbers, dan Freeform dengan fitur premium. Seluruh aplikasi ini dioptimalkan untuk bekerja mulus di Mac dan iPad.

    “Aplikasi yang Anda perlukan untuk semua karya Anda. Susun cerita Anda dengan video di Final Cut Pro. Kreasi ulang gambar di Pixelmator Pro. Hasilkan musik terbaik Anda di Logic Pro. Tingkatkan produktivitas dengan konten premium di Keynote, Pages, Numbers, dan Freeform. Tingkatkan alur kerja dengan fitur cerdas. Dan dengan Keluarga Berbagi, hingga lima orang lainnya juga dapat menikmati langganan Anda,” tulis Apple dalam pengumuman resminya, seperti dilansir topik.id, Rabu (14/1/2026).

    Final Cut Pro menawarkan pengalaman pengeditan video profesional dengan alur kerja yang efisien. Fitur seperti Magnetic Timeline, Multicam, Visual Search, dan Beat Detection memungkinkan kreator bekerja lebih cepat tanpa mengorbankan presisi. Proses perekaman, pengeditan, hingga ekspor dirancang berjalan dalam satu ekosistem yang terhubung.

    Di sisi desain visual, Pixelmator Pro menghadirkan alat cerdas untuk pengeditan foto dan grafis. Fitur otomatis seperti penghapusan latar belakang, pengaturan warna, serta pengeditan non-destruktif mempermudah proses kreatif. Dukungan penuh untuk iPad dan Apple Pencil memperluas fleksibilitas kerja kreator.

    “Berkarya dengan penuh keandalan dan presisi menggunakan Final Cut Pro di Mac dan iPad. Dengan alat intuitif yang dirancang untuk menyempurnakan setiap frame, visi Anda berubah dari konsep menjadi kisah sinematik dalam sekejap,” ungkap Apple.

    Untuk produksi audio, Logic Pro menjadi solusi lengkap bagi musisi dan kreator suara. Aplikasi ini dibekali Pemain Sesi berbasis AI, alat pembuatan irama, serta perpustakaan bunyi bebas royalti. Integrasi lintas perangkat memungkinkan ide direkam kapan saja dan disempurnakan di studio digital.

    Aplikasi produktivitas Apple juga mendapat peningkatan melalui fitur kecerdasan buatan. Keynote mampu membuat presentasi otomatis lengkap dengan catatan presenter, sementara Pages, Numbers, dan Freeform menawarkan pengolahan konten visual dan data yang lebih canggih. Seluruh fitur ini ditujukan untuk mempercepat penyelesaian proyek.

    Apple Creator Studio tersedia mulai 29 Januari dengan skema langganan bulanan dan tahunan. Apple juga menyediakan masa uji coba gratis, termasuk penawaran khusus bagi pelajar, pendidik, dan pembeli perangkat baru. Dengan satu paket langganan, Apple menargetkan kreator yang menginginkan alur kerja terpadu dan efisien.

    “Untuk pengalaman optimal, fungsionalitas lengkap tersedia di macOS 26, iPadOS 26, dan iOS 26 atau lebih baru. Apple Creator Studio memerlukan Akun Apple dan koneksi internet untuk berlangganan. Final Cut Pro memerlukan Mac dengan macOS 15.6 atau lebih baru atau iPad dengan chip Apple M1 atau lebih baru, iPad (A16), atau iPad mini (A17 Pro) dan iPadOS 18.6 atau lebih baru,” terang Apple.

  • Google perbarui Veo 3.1, video AI berkualitas tinggi

    Google perbarui Veo 3.1, video AI berkualitas tinggi

    Google perbarui Veo 3.1, video AI berkualitas tinggi
    cover | dok: @google

    Pembaruan Veo 3.1 resmi diperkenalkan Google DeepMind dengan fokus pada peningkatan konsistensi, kreativitas, dan kontrol dalam pembuatan video berbasis AI. Pembaruan ini dirancang untuk menghasilkan klip yang lebih hidup, natural, dan menarik, terutama untuk format vertikal yang mengutamakan perangkat seluler.

    Veo 3.1 Ingredients to Video kini memungkinkan pengguna mengubah gambar referensi menjadi video dinamis hanya dengan petunjuk singkat. Dialog dan penceritaan dibuat lebih kaya sehingga video terasa lebih ekspresif, mendukung kebutuhan kreator dari pemula hingga profesional.

    “Kini, Veo menjadi lebih ekspresif, dengan peningkatan yang membantu Anda membuat video yang lebih menyenangkan, kreatif, dan berkualitas tinggi berdasarkan gambar bahan-bahan, yang dirancang khusus untuk format seluler,” tulis Google dalam pengumuman resminya, seperti dilansir topik.id, Rabu (14/1/2026).

    Salah satu peningkatan utama adalah konsistensi identitas karakter yang jauh lebih baik. Veo 3.1 mampu menjaga tampilan karakter tetap sama meskipun latar belakang berubah, sehingga memudahkan pembuatan narasi berkelanjutan dalam berbagai adegan.

    Selain karakter, Veo 3.1 juga meningkatkan konsistensi latar belakang dan objek. Pengguna dapat mempertahankan elemen visual tertentu, menggunakan kembali objek atau tekstur, serta menggabungkannya secara mulus agar klip tetap kohesif dan berdampak visual tinggi.

    Untuk kualitas visual, Veo 3.1 menghadirkan output vertikal asli dengan rasio 9:16. Fitur ini mendukung produksi video pendek layar penuh tanpa pemangkasan, sekaligus meningkatkan resolusi hingga 1080p dan 4K untuk kebutuhan pengeditan dan produksi profesional.

    “Hasilkan video 1080p dan 4K dengan peningkatan resolusi canggih. Resolusi 1080p kami yang ditingkatkan menawarkan video yang lebih tajam dan jernih, sempurna untuk pengeditan. Untuk detail yang lebih banyak, pilih 4K untuk menangkap tekstur yang kaya dan kejernihan yang menakjubkan — ideal untuk produksi kelas atas dan layar besar,” ungkap Google.

    Pembaruan ini diluncurkan di berbagai platform, termasuk aplikasi Gemini, YouTube Shorts, YouTube Create, Flow, Google Vids, API Gemini, dan Vertex AI. Dengan dukungan lintas produk, Veo 3.1 menyesuaikan alur kerja kreator individu maupun perusahaan.

    Sebagai bagian dari komitmen transparansi, Google menyematkan tanda air digital SynthID pada video yang dihasilkan AI. Fitur verifikasi video di aplikasi Gemini kini memungkinkan pengguna mengunggah video dan memastikan apakah konten tersebut dibuat menggunakan teknologi Google AI.

    “Kami berkomitmen untuk menyediakan alat yang memudahkan penentuan apakah konten tersebut dihasilkan oleh AI. Inilah sebabnya mengapa video yang dihasilkan oleh alat Google disematkan dengan tanda air digital SynthID kami yang tidak terlihat,” tutup Google dalam pengumuman tersebut.

  • Apple dan Google kolaborasi AI, Gemini jadi fondasi

    Apple dan Google kolaborasi AI, Gemini jadi fondasi

    Apple dan Google kolaborasi AI, Gemini jadi fondasi
    cover | topik.id

    Kolaborasi strategis diumumkan secara resmi melalui pernyataan bersama Google dan Apple. Kedua raksasa teknologi ini sepakat menjalin kerja sama multi-tahun dalam pengembangan kecerdasan buatan generasi terbaru.

    Dalam kerja sama tersebut, Apple Foundation Models generasi selanjutnya akan dibangun dengan basis model Gemini milik Google. Selain itu, dukungan teknologi cloud Google turut menjadi fondasi utama pengembangan AI Apple ke depan.

    Model-model baru ini dirancang untuk memperkuat ekosistem Apple Intelligence. Berbagai fitur cerdas di masa mendatang akan memanfaatkan kemampuan AI tersebut, termasuk peningkatan signifikan pada asisten virtual Siri.

    “Apple dan Google telah menjalin kolaborasi multi-tahun di mana generasi selanjutnya dari Apple Foundation Models akan didasarkan pada model Gemini milik Google dan teknologi cloud. Model-model ini akan membantu mendukung fitur-fitur Apple Intelligence di masa mendatang, termasuk Siri yang lebih personal yang akan hadir tahun ini,” tulis Google dalam pengumuman resminya, seperti dilansir topik.id, Selasa (13/1/2026).

    Apple mengonfirmasi bahwa Siri versi terbaru akan hadir lebih personal dan kontekstual. Pembaruan ini dijadwalkan meluncur tahun ini sebagai bagian dari evolusi pengalaman pengguna di perangkat Apple.

    Setelah melalui evaluasi mendalam, Apple menilai teknologi AI Google sebagai fondasi paling mumpuni. Apple menyatakan antusiasme tinggi terhadap potensi inovasi yang dapat dihadirkan melalui kolaborasi ini.

    “Setelah evaluasi yang cermat, Apple menetapkan bahwa teknologi AI Google menyediakan fondasi yang paling mumpuni untuk Apple Foundation Models dan sangat antusias dengan pengalaman inovatif baru yang akan dihadirkannya bagi pengguna Apple,” ungkap dalam pengumuman itu.

    Meski mengandalkan model Gemini, Apple menegaskan Apple Intelligence tetap berjalan di perangkat dan Private Cloud Compute. Pendekatan ini menjaga pemrosesan data tetap aman dan efisien.

    Apple juga menekankan komitmennya pada privasi pengguna. Standar perlindungan data terdepan di industri tetap menjadi prinsip utama, meski kemampuan AI semakin canggih dan terintegrasi.

    “Apple Intelligence akan terus berjalan di perangkat Apple dan Private Cloud Compute, sambil mempertahankan standar privasi terdepan di industri Apple,” tutup dalam pengumuman tersebut.

  • Konten porno AI marak, RI blokir aplikasi Grok sementara

    Konten porno AI marak, RI blokir aplikasi Grok sementara

    Konten porno AI marak, RI blokir aplikasi Grok sementara
    cover | x

    Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memutuskan untuk melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok. Kebijakan ini diumumkan secara resmi di Jakarta pada 10 Januari 2026. Ketentuan tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dari konten berbahaya berbasis kecerdasan artifisial.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa keputusan ini bertujuan melindungi perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya. Pemerintah menilai adanya risiko serius dari konten pornografi yang dihasilkan teknologi AI. 

    “Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok,” tulis pernyataan resmi Komdigi, seperti dilansir topik.id, Sabtu (10/1/2026).

    Praktik deepfake seksual nonkonsensual sebagai pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. Selain merusak martabat individu, konten tersebut juga mengancam rasa aman masyarakat di ruang digital. Pemerintah menegaskan tidak akan mentoleransi penyalahgunaan teknologi untuk tujuan tersebut.

    Seiring dengan pemutusan akses Grok, Komdigi juga memanggil Platform X untuk memberikan klarifikasi. Platform diminta menjelaskan dampak negatif penggunaan Grok terhadap ekosistem digital nasional. Pemerintah menekankan pentingnya tanggung jawab platform dalam mengendalikan teknologi yang mereka kelola.

    “Pemerintah memandang praktik deepfake seksual nonkonsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital. Kementerian Komunikasi dan Digital juga juga telah meminta Platform X untuk segera hadir guna memberikan klarifikasi terkait dampak negatif penggunaan Grok,” ungkap dalam pernyataan tersebut.

    Tindakan pemblokiran ini memiliki dasar hukum yang jelas. Komdigi merujuk pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020. Khususnya Pasal 9 yang mewajibkan Penyelenggara Sistem Elektronik mencegah penyebaran konten terlarang.

    “Tindakan pemutusan akses dilakukan berdasarkan kewenangan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat, khususnya Pasal 9, yang mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memastikan sistem elektronik yang dikelolanya tidak memuat, memfasilitasi, atau menyebarluaskan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilarang,” terang Meutya dalam pernyataan tertulisnya, seperti dilansir topik.id, Sabtu (10/1/2026).

    Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa PSE tidak boleh memuat atau memfasilitasi informasi elektronik yang melanggar hukum. Konten pornografi, termasuk hasil manipulasi AI, masuk dalam kategori yang dilarang. Oleh karena itu, langkah pemutusan akses dinilai sah dan proporsional.

    Meski demikian, pemblokiran Grok saat ini belum sepenuhnya merata. Efektivitas pemutusan akses bergantung pada pembaruan sistem masing-masing ISP atau penyedia layanan internet. Sebagian pengguna masih dapat mengakses Grok melalui aplikasi atau web X, meski akses mandiri mulai dibatasi di banyak wilayah.

  • PayPal dan Microsoft percepat era belanja pakai AI

    PayPal dan Microsoft percepat era belanja pakai AI

    PayPal dan Microsoft percepat era belanja pakai AI
    cover | dok: @paypal

    PayPal resmi mendukung peluncuran Copilot Checkout oleh Microsoft, menghadirkan pengalaman belanja terpadu berbasis AI. Melalui integrasi ini, pengguna dapat menemukan produk, mengambil keputusan, dan melakukan pembayaran langsung di Copilot tanpa berpindah platform.

    Kolaborasi ini menggabungkan teknologi pencarian dan penemuan cerdas Microsoft dengan sistem pembayaran tepercaya PayPal. Copilot Checkout memungkinkan tampilan inventaris pedagang, pembayaran bermerek, pembayaran tamu, serta transaksi kartu kredit melalui Copilot.com.

    “Memungkinkan pembeli untuk menemukan, memutuskan, dan membayar—tanpa perlu meninggalkan pengalaman Copilot. PayPal akan mendukung tampilan inventaris pedagang, pembayaran bermerek, pembayaran sebagai tamu, dan pembayaran kartu kredit, dimulai dari Copilot.com,” tulis PayPal dalam pengumuman resminya, seperti dilansir topik.id, Jumat (9/1/2026).

    Integrasi tersebut didukung oleh layanan perdagangan berbasis agen milik PayPal yang baru diluncurkan. Melalui sinkronisasi toko, katalog produk pedagang dapat langsung tersedia dan dibeli, sekaligus mempersiapkan bisnis menghadapi era perdagangan berbasis AI.

    PayPal menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem belanja cerdas. Integrasi dengan Copilot dinilai mampu menciptakan transaksi yang lebih lancar, andal, serta membangun koneksi yang lebih bermakna antara pedagang dan konsumen.

    “Integrasi ini menandai perkembangan terbaru dalam pengalaman belanja berbasis AI, menggabungkan penemuan cerdas Microsoft dengan kemampuan perdagangan dan pembayaran tepercaya PayPal untuk menciptakan pengalaman ujung-ke-ujung yang efisien,” ungkap PayPal.

    Microsoft menegaskan Copilot melampaui fungsi pencarian tradisional dengan memahami konteks dan niat belanja pengguna. Dengan dukungan PayPal, proses dari penemuan hingga pembayaran menjadi lebih sederhana, sekaligus membuka peluang konversi baru bagi pedagang.

    Bagi pedagang, Copilot Checkout menawarkan akses langsung ke pembeli dengan niat beli tinggi. Pendekatan ini membantu mengurangi hambatan pembelian, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan tingkat konversi dalam satu pengalaman terpadu.

    Secara keseluruhan, integrasi PayPal dan Copilot sebagai evolusi penting dalam perdagangan digital. Dengan dukungan perlindungan pembeli dan penjual, serta pendekatan terbuka lintas ekosistem AI, kolaborasi ini membentuk masa depan belanja berbasis agen yang lebih tepercaya.

    “Katalog produk pedagang akan dengan mudah dapat dibeli dengan memanfaatkan sinkronisasi toko PayPal, sebuah kemampuan dari layanan perdagangan berbasis agen yang baru diluncurkan PayPal, yang dirancang untuk memungkinkan pedagang menarik pelanggan dan mempersiapkan bisnis mereka untuk masa depan di era baru perdagangan berbasis AI,” terang PayPal.

  • OpenAI hadirkan ChatGPT Health, fokus privasi dan kesehatan

    OpenAI hadirkan ChatGPT Health, fokus privasi dan kesehatan

    OpenAI hadirkan ChatGPT Health, fokus privasi dan kesehatan
    cover | topik.id

    OpenAI resmi memperkenalkan ChatGPT Health, sebuah pengalaman khusus yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola kesehatan dan kebugaran secara lebih terinformasi. Fitur ini mengintegrasikan kecerdasan ChatGPT dengan data kesehatan pribadi secara aman. Tujuannya adalah meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri pengguna dalam mengambil keputusan terkait kesehatan.

    Kesehatan menjadi salah satu topik paling sering dibahas di ChatGPT, dengan lebih dari 230 juta orang di dunia mengajukan pertanyaan kesehatan setiap minggu. ChatGPT Health hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan pendekatan yang lebih kontekstual. Seluruh fitur dibangun dengan fondasi privasi, keamanan, dan kontrol data yang ketat.

    “Faktanya, kesehatan adalah salah satu topik paling umum yang digunakan orang di ChatGPT saat ini: berdasarkan analisis percakapan kami yang dianonimkan, lebih dari 230 juta orang di seluruh dunia mengajukan pertanyaan terkait kesehatan dan kebugaran di ChatGPT setiap minggu,” tulis OpenAI dalam laporan resminya, seperti dilansir topik.id, Kamis (8/1/2026).

    Melalui ChatGPT Health, pengguna dapat menghubungkan rekam medis elektronik dan aplikasi kebugaran seperti Apple Health dan MyFitnessPal. Integrasi ini memungkinkan ChatGPT membantu memahami hasil laboratorium, mempersiapkan pertanyaan dokter, hingga menyusun pola makan dan olahraga. Respons yang diberikan disesuaikan dengan data kesehatan pengguna sendiri.

    Meski demikian, ChatGPT Health tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran tenaga medis profesional. Fitur ini tidak menyediakan diagnosis atau pengobatan. Sebaliknya, ChatGPT Health berfungsi sebagai pendamping untuk memahami informasi kesehatan dan mempersiapkan percakapan medis yang lebih bermakna.

    Untuk melindungi data sensitif, ChatGPT Health beroperasi sebagai ruang terpisah di dalam ChatGPT. Percakapan dan memori kesehatan disimpan secara terisolasi serta tidak digunakan untuk melatih model dasar. Pengguna juga memiliki kendali penuh untuk melihat, menghapus, atau memutuskan koneksi data kapan saja.

    “Informasi kesehatan Anda sangat pribadi. Itulah sebabnya Health dirancang sebagai ruang khusus dengan perlindungan tambahan untuk informasi kesehatan yang sensitif dan kontrol yang mudah digunakan,” terang OpenAI dalam laporan itu.

    OpenAI juga memperkuat keamanan dengan enkripsi berlapis dan opsi autentikasi multifaktor. Dalam integrasi rekam medis di Amerika Serikat, OpenAI bekerja sama dengan jaringan data kesehatan b.well yang memenuhi standar keamanan tinggi. Akses data hanya diberikan dengan izin eksplisit dari pengguna.

    Pengembangan ChatGPT Health dilakukan bersama lebih dari 260 dokter di 60 negara lintas spesialisasi. Evaluasi kualitas respons menggunakan kerangka HealthBench yang berfokus pada keselamatan dan kejelasan klinis. Saat ini, ChatGPT Health tersedia untuk pengguna awal melalui daftar tunggu dan akan diperluas ke web serta iOS dalam waktu dekat.

    “Selama lebih dari dua tahun, kami telah bekerja dengan lebih dari 260 dokter yang telah praktik di 60 negara dan berbagai spesialisasi untuk memahami apa yang membuat jawaban atas pertanyaan kesehatan bermanfaat atau berpotensi berbahaya—grup ini kini telah memberikan masukan pada output model lebih dari 600.000 kali di 30 area fokus,” ungkap OpenAI.