Topik — Populis 5 Ketua umum partai politik terpopuler, siapa paling populis?
Pendekatan diskursif menekankan populisme sebagai suatu konstruksi politik akan penyatuan tuntutan atau aspirasi secara homogen dari kondisi masyarakat yang heterogen. Penyatuan aspirasi rakyat ini dikotomi antara “tuntutan rakyat” yang diabaikan oleh elit penguasa yang tidak responsif.
Tuntutan ini direkatkan dengan kesaamaan narasi antar rakyat bentuk agenda politik bersama.
Sedangkan, pendekatan multikelas atau ekonomi politik struktural, menurut Vedi Hadiz dan Richard Robinson, pendekatan ini menekankan pada basis sosial dan material yang bersumber dari lintas kelas terhadap populisme terkait konflik atas kekuasaan dan sumber daya pada konteks historis tertentu.
Pendekatan strukturalis ini mengartikan populisme sebagai ekspresi politik yang merepresentasikan koalisi antar-kelas yang asimetris dan berisi like-minded people dengan artikulasi kepentingan yang sama secara kolektif.
Efeknya populisme multikelas memunculkan fenomena “penangguhan perbedaan” (suspension of difference), sebuah situasi yang merujuk pada proses homogenisasi “rakyat” dengan latarbelakang identitas masyarakat yang majemuk dan dikonfrontasikan dengan musuh politik bersama yaitu elit-elit atau entitas asing lewat wacana rivalitas atau kontestasi elektoral. Pengelompokkan siapa yang layak diartikan sebagai “rakyat”, “elit” ,atau “asing”, ditentukan berdasarkan identitas politik-nya.
Agus Harimurti Yudhoyono
Megawati Soekarnoputri
Airlangga Hartarto
Prabowo Subianto
Surya Paloh

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.